Sabtu, 24 April 2010

Seto Mulyadi: Anak Dipaksa Mengikuti Kurikulum

You should be able to find several indispensable facts about indonesian celebrity in the following paragraphs. If there's at least one fact you didn't know before, imagine the difference it might make.
Pemerhati anak, sekaligus Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi mengungkapkan, pembentukan karakter seorang anak sangat penting sebagai solusi bangsa ke depan. Selama ini menurutnya telah terjadi diskriminasi dalam sistem pendidikan Nasional.

"Selama ini anak-anak dipaksa mengikuti kurikulum berat, membuat anak-anak stress, sekolah seperti menjadi penjara buat mereka, yang timbul adalah kekerasan dalam sekolah dan tawuran," ujarnya.

Berbicara dalam seminar menyambut ulang tahun Outward Bound Indonesia yang ke-20 di FX Plaza, Jakarta, Jumat (23/4), secara berseloroh Kak Seto menyebutkan di Indonesia ini ada lima Rudi, yaitu Rudi Habibie, Rudi Hartono, Rudi Hadisuwarno, Rudi Salam dan Rudi Choirudin.

I trust that what you've read so far has been informative. The following section should go a long way toward clearing up any uncertainty that may remain.

"Tapi siapa yang dianggap pintar," tanyanya. "Jawabnya pasti Rudi Habibie. Karena dia teknokrat," ungkapnya.

"Padahal semua Rudi itu pintar, Rudi Habibie pasti tidak pandai memasak seperti Rudi Choirudin, dan sebaliknya. Tapi inilah salah kaprahnya pendidikan kita, anak yang tidak pandai matematika, tapi pandai melukis mendapatkan diskminasi," jelasnya.

Seharusnya mereka mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan karakter masing-masing. Belajar harusnya bisa lebih ramah, misalnya dengan out bound, yang bisa mendapatkan hasil optimal, karena ada unsur hiburan dan anak-anak bisa menemukan hal-hal positif dalam dirinya.

"Pandidikan keluarga dan pendidikan di sekolah adalah penting untuk memberikan contoh keteladanan dengan keramahan. Dan stop kekerasan terhadap anak," ungkapnya menegaskan. (kpl/wwn/dar)

If you've picked some pointers about indonesian celebrity that you can put into action, then by all means, do so. You won't really be able to gain any benefits from your new knowledge if you don't use it.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar