Sabtu, 15 Mei 2010

Sita Nursanti Tidak Setujui Pergaulan Bebas Para Remaja

The only way to keep up with the latest about indonesian celebrity is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about indonesian celebrity, it won't take long for you to become an influential authority.
Sita Nursanti atau yang lebih akrab dikenal dengan Sita RSD kini nampaknya mulai menjejakkan langkah ke dunia teater. Perannya yang terbaru, ia akan bermain sebagai Nyai Ontosoroh versi baru dalam pagelaran MEREKA MEMANGGILKU NYAI ONTOSOROH di Topentheater Amsterdam, Tong Tong Festival Den Haag dan Belgia tanggal 20-26 Mei mendatang.

Walau berperan sebagai Nyai Ontosoroh yang notabene diceritakan sebagai istri simpanan, Sita adalah sosok yang menolak dengan tegas hubungan suami istri yang kini sudah banyak dilakukan oleh para remaja sekalipun.

Now that we've covered those aspects of indonesian celebrity, let's turn to some of the other factors that need to be considered.

"Menghadapi masalah ini kita mesti terbuka wawasan. Ini zamannya beda dengan zaman dulu dan saya tak membenarkan apa yang diperbuat mereka. Tapi seram memang, apalagi jika nanti saya punya anak. I don't know," ungkapnya ketika ditemui usai temu media di Kedutaan Besar Belanda, Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Ia menganggap fenomena pergaulan bebas tersebut salah satunya disebabkan oleh efek hormon yang sedang bergejolak di kalangan anak muda. "Jadi saya rasa usia segitu merupakan paling rawan melakukan kegiatan ML (Making Love). Sepertinya sebuah hal mendasar yang terjadi pada manusia," imbuhnya.

Sita berharap, para orang tua, selaku sosok pembimbing harus dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anaknya. "Sehingga anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan tersebut dari sumber yang tepat bukan dari teman-temannya. Jadi lebih bertanggung jawab," ungkapnya lagi. Saat hendak mengakhiri wawancara, Sita kembali menegaskan bahwa dirinya sangat tidak menyetujui pergaulan bebas di kalangan remaja masa kini.

"Saya sendiri tidak setuju mereka melakukan hal itu (ML, red) dari kecil. Bagaimana besarnya nanti?" pungkasnya. (kpl/dis/dka)

Is there really any information about indonesian celebrity that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar