Sabtu, 01 Mei 2010

Ratna Sarumpaet Dirikan Patung Marsinah

Would you like to find out what those-in-the-know have to say about indonesian celebrity? The information in the article below comes straight from well-informed experts with special knowledge about indonesian celebrity.
Rencana Ratna Sarumpaet mendirikan patung aktivis buruh (alm) Marsinah tepat pada Hari Buruh gagal karena alasan teknis. Rencana itu akan tetap berlangsung namun di lain hari.

"Rencana awal patung Marsinah akan didirikan bertepatan dengan hari buruh, namun rencana itu gagal dan jadwal pendirian patung akan kami tunda," kata Ratna Sarumpaet, pendiri organisasi Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC) sebagai pihak penggagas peletakan patung Marsinah, kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (01/05).

Ratna menjelaskan, alasan penundaan pendirian patung disebabkan oleh berbagai alasan teknis. "Pihak RSCC belum siap secara teknis untuk mendirikan patung tersebut pada hari buruh, jadi kami tunda hingga 10 November 2010 bertepatan dengan Hari Pahlawan," katanya.

If you don't have accurate details regarding indonesian celebrity, then you might make a bad choice on the subject. Don't let that happen: keep reading.

Ratna juga menjelaskan, pendirian patung pada Hari Pahlawan juga masih relevan, karena menurutnya Marsinah selain simbol buruh juga simbol pahlawan bagi perjuangan hak-hak buruh dan perempuan.

Menurut Ratna alasan penundaan bukan dikarenakan larangan pendirian patung dari pihak Pemerintah Provinsi DKI. "Bukan karena ada larangan, tapi memang dari pihak kami yang belum siap," katanya.

Menurut dia, Marsinah adalah aktivis buruh di Jawa Timur yang menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan atas perintah pimpinan PT Catur Putra Surya, Porong, Sidoardjo tahun 1993.

Sementara alasan penempatan patung tersebut di kantor DPR adalah agar para anggota Dewan mengingat janji mereka untuk memperjuangkan permasalahan perburuhan. (ant/dar)

This article's coverage of the information is as complete as it can be today. But you should always leave open the possibility that future research could uncover new facts.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar